Surat wasiat Muhammad al-Fatih sebelum wafatnya

22 Mei 2013

Surat wasiat Muhammad al-Fatih sebelum wafatnya
Wasiat Mehmed Sang Penakluk kepada putranya, Bayezid II, di ranjang kematiannya merupakan ekspresi sejati dari pendekatan hidupnya, serta nilai-nilai dan prinsip yang ia yakini dan harapkan akan diikuti oleh para penerusnya. Ia berkata di dalamnya: "Di sini aku sekarat, tetapi aku tidak menyesal meninggalkan penerus sepertimu. Bersikaplah adil, baik, dan penyayang, berikan perlindunganmu kepada rakyatmu tanpa diskriminasi, dan berkaryalah untuk menyebarkan agama Islam, karena ini adalah tugas para raja di bumi. Utamakan kepedulian terhadap masalah agama di atas segalanya, dan janganlah lengah dalam mengamalkannya. Jangan mempekerjakan orang yang tidak peduli dengan agama, janganlah menghindari dosa-dosa besar dan terlibat dalam kecabulan. Hindarilah inovasi yang merusak, dan jauhilah orang-orang yang menghasutmu untuk melakukannya. Perluaslah negara melalui jihad dan lindungi dana kas negara agar tidak terbuang sia-sia. Jangan mengulurkan tanganmu pada uang rakyatmu kecuali sesuai dengan hak Islam. Jaminlah nafkah orang-orang yang membutuhkan, dan berikanlah kemuliaanmu kepada mereka yang layak menerimanya."
Karena para cendekiawan adalah kekuatan yang merasuki tubuh negara, hormati dan dukunglah mereka. Jika Anda mendengar tentang salah satu dari mereka di negara lain, bawalah dia ke negara Anda dan berikan penghormatan berupa uang.
Waspadalah, waspadalah, jangan tertipu oleh uang atau tentara. Waspadalah agar tidak menjauhkan para ahli syariat dari pintu rumah Anda, dan waspadalah agar tidak condong ke arah tindakan apa pun yang bertentangan dengan hukum syariat, karena agama adalah tujuan kita, dan hidayah adalah metode kita, dan dengan itu kita menang.
Ambillah pelajaran ini dariku: Aku datang ke negeri ini sebagai seekor semut kecil, dan Allah SWT telah menganugerahkan kepadaku nikmat-nikmat yang luar biasa ini. Maka, ikutilah jalanku, teladanilah aku, dan berusahalah untuk memperkuat agama ini serta menghormati umatnya. Janganlah menghabiskan uang negara untuk kemewahan atau hiburan, dan janganlah menghabiskannya secara berlebihan, karena hal itu merupakan salah satu penyebab kehancuran terbesar.

Dari buku saya Unforgettable Leaders
Kepada Mayor Tamer Badr 

id_IDID