Saya membayangkan diri saya berada di sebuah ruangan tertutup berukuran sedang bersama sejumlah prajurit, seolah-olah kami sedang berada dalam sebuah rapat perang. Kemudian, Nabi Isa AS, saw., masuk menemui kami. Saya menyambut beliau dan menyarankan beliau untuk menjelaskan kepada mereka yang hadir di ruangan itu tentang perbedaan antara seorang nabi dan seorang utusan, karena mereka tidak yakin dengan pendapat saya. Nabi Isa AS, saw., berdiri di tengah ruangan dan memberikan semacam ceramah di mana beliau menasihati mereka yang hadir di ruangan itu tentang pentingnya mempersiapkan diri untuk pertempuran melalui pelatihan yang baik. Ada sejumlah kecil pilot pesawat tempur Libya di ruangan itu, beberapa di antaranya terlatih dengan sangat baik dan beberapa tidak terlatih dengan baik. Salah satu pilot yang terlatih dengan sangat baik sedang berbicara dengan Nabi Isa AS, saw., tentang sejauh mana persiapan beliau untuk pertempuran. Terlintas dalam pikiran saya bahwa Nabi Isa AS, saw., akan menjelaskan kepada mereka di akhir ceramah tentang perbedaan antara seorang nabi dan seorang utusan, tetapi saya terbangun sebelum ceramah itu berakhir. Catatan: Tuhan kita Yesus, saw, adalah nabi pertama dan paling sering terlihat dalam penglihatan sejak sekolah menengah hingga sekarang, tak terhitung banyaknya.