Saya melihat bahwa saya berada di Palestina selama pertempuran epik yang dahsyat dalam pembebasan Syam oleh umat Islam. Perang itu sangat sengit dan saya ikut serta dalam perang ini serta menyaksikan semua peristiwanya. Salah seorang Muslim yang kelelahan karena perang berkata kepada saya, "Mengapa semua ini? Nabi Isa as, Tuhan kita, akan segera turun dan mengakhiri semua ini." Maka saya menatapnya dan berkata kepadanya, "Agar ia dapat mengabdikan dirinya untuk panggilannya." Kemudian adegan itu membawaku kepada kedatangan junjungan kita Isa a.s. di Jerusalem. Aku pun berlari ke arah beliau hingga aku sampai di hadapan beliau dan memeluk beliau sambil menangis sejadi-jadinya. Beliau pun memelukku juga, namun tidak menangis. Aku terbangun dari mimpi sambil menangis tak terkendali
Inilah misi umat Islam yang saya pahami dari visi ini dan harus saya sampaikan kepada Anda.
((Membebaskan Syam agar junjungan kita Isa, saw, dapat mengabdikan dirinya untuk berdakwah))