{"id":22079,"date":"2025-03-27T16:04:24","date_gmt":"2025-03-27T16:04:24","guid":{"rendered":"https:\/\/tamerbadr.com\/?p=22079"},"modified":"2025-07-10T13:10:02","modified_gmt":"2025-07-10T13:10:02","slug":"ghfjbjcg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/archives\/22079","title":{"rendered":"Perkiraan jumlah orang yang meninggal dan sekarat pada saat tanda-tanda kiamat"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"22079\" class=\"elementor elementor-22079\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-340b0409 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"340b0409\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-511d6b01 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"511d6b01\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"x1cy8zhl x2bj2ny x78zum5 x1q0g3np\"><div class=\"x1iyjqo2\"><div class=\"x78zum5 xdt5ytf xz62fqu x16ldp7u\"><div class=\"xu06os2 x1ok221b\"><div class=\"x1cy8zhl x2bj2ny x78zum5 x1q0g3np\"><div class=\"x1iyjqo2\"><div class=\"x78zum5 xdt5ytf xz62fqu x16ldp7u\"><div class=\"xu06os2 x1ok221b\"><h6 class=\"html-div xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1q0g3np\"><span class=\"html-span xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1hl2dhg x16tdsg8 x1vvkbs\"><span class=\"html-span xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1hl2dhg x16tdsg8 x1vvkbs x4k7w5x x1h91t0o x1h9r5lt x1jfb8zj xv2umb2 x1beo9mf xaigb6o x12ejxvf x3igimt xarpa2k xedcshv x1lytzrv x1t2pt76 x7ja8zs x1qrby5j\">28 Desember 2019<\/span><\/span><\/h6><\/div><\/div><\/div><div><div class=\"x1i10hfl x1qjc9v5 xjqpnuy xa49m3k xqeqjp1 x2hbi6w x9f619 x1ypdohk xdl72j9 x2lah0s xe8uvvx x2lwn1j xeuugli x16tdsg8 x1hl2dhg xggy1nq x1ja2u2z x1t137rt x1o1ewxj x3x9cwd x1e5q0jg x13rtm0m x1q0g3np x87ps6o x1lku1pv x1a2a7pz xjyslct xjbqb8w x13fuv20 xu3j5b3 x1q0q8m5 x26u7qi x972fbf xcfux6l x1qhh985 xm0m39n x3nfvp2 xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1n2onr6 x3ajldb x194ut8o x1vzenxt xd7ygy7 xt298gk x1xhcax0 x1s928wv x10pfhc2 x1j6awrg x1v53gu8 x1tfg27r xitxdhh\" tabindex=\"0\" role=\"button\" aria-expanded=\"false\" aria-haspopup=\"menu\" aria-label=\"Tindakan yang harus dilakukan untuk postingan ini\"><div class=\"x1ey2m1c xds687c x17qophe xg01cxk x47corl x10l6tqk x13vifvy x1ebt8du x19991ni x1dhq9h xzolkzo x12go9s9 x1rnf11y xprq8jg\" role=\"none\" data-visualcompletion=\"ignore\">\u00a0<\/div><\/div><\/div><\/div><h2><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\"><strong>Perkiraan jumlah orang yang meninggal dan sekarat pada saat tanda-tanda kiamat<\/strong><\/span><\/h2><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\"><br class=\"html-br\" \/>Mike Rampino, seorang ahli geologi di Universitas New York, dan Stanley Ambrose, seorang antropolog di Universitas Illinois, percaya bahwa kemacetan populasi terakhir yang dialami oleh umat manusia adalah akibat dari letusan gunung berapi Toba yang dahsyat. Mereka percaya bahwa kondisi setelah letusan itu sebanding dengan yang terjadi setelah perang nuklir skala penuh, tetapi tanpa radiasi. Miliaran ton asam sulfat yang naik ke stratosfer setelah bencana Toba menjerumuskan dunia ke dalam kegelapan dan embun beku selama beberapa tahun, dan fotosintesis mungkin telah melambat hingga hampir terhenti, menghancurkan sumber makanan bagi manusia dan hewan yang memakannya. Dengan datangnya musim dingin vulkanik, nenek moyang kita kelaparan dan binasa, dan jumlah mereka secara bertahap menurun. Mereka mungkin berada di kawasan yang dilindungi (karena alasan geografis atau iklim).<br class=\"html-br\" \/>Salah satu hal terburuk yang dikatakan tentang bencana ini adalah bahwa selama sekitar 20.000 tahun, hanya beberapa ribu manusia yang hidup di seluruh planet ini. Ini berarti bahwa spesies kita berada di ambang kepunahan. Jika ini benar, itu berarti bahwa nenek moyang kita sekarang terancam punah seperti badak putih atau panda raksasa. Terlepas dari semua kesulitan, tampaknya sisa-sisa spesies kita berhasil dalam perjuangan mereka untuk bertahan hidup setelah bencana Toba dan datangnya Zaman Es. Populasi kita sekarang berjumlah sekitar tujuh setengah miliar (satu miliar sama dengan seribu juta), termasuk sekitar 1,8 miliar Muslim. Persentase ini merupakan seperempat dari populasi dunia saat ini. Untuk menghitung jumlah korban jiwa setelah lima bencana alam besar (seperti yang terjadi dengan gunung berapi super Toba) yang akan melanda planet ini, pertama-tama kita harus menghitung populasi dunia saat ini.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/><\/span><\/h1><h4><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Populasi dunia saat ini:<\/span><\/h4><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Menurut perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa, populasi dunia akan mencapai lebih dari tujuh setengah miliar jiwa pada tahun 2020, dan diperkirakan akan bertambah dua miliar jiwa dalam tiga puluh tahun ke depan. Ini berarti populasi dunia akan meningkat dari 7,7 miliar saat ini menjadi 9,7 miliar pada tahun 2050, dan mencapai 11 miliar pada tahun 2100. Sebanyak 61% populasi dunia tinggal di Asia (4,7 miliar jiwa), 17 persen di Afrika (1,3 miliar jiwa), 10 persen di Eropa (750 juta jiwa), 8 persen di Amerika Latin dan Karibia (650 juta jiwa), dan 5 persen sisanya di Amerika Utara (370 juta jiwa) dan Oseania (43 juta jiwa). Tiongkok (1,44 miliar jiwa) dan India (1,39 miliar jiwa) tetap menjadi negara-negara dengan populasi terbesar di dunia.<br class=\"html-br\" \/>Populasi dunia yang berjumlah 7,7 miliar orang sekarang tinggal di daratan seluas 148,9 juta kilometer persegi, bagian terluar kerak bumi yang tidak tertutup air.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Di sinilah kita sampai pada ruang yang layak huni di mana umat manusia pada akhirnya akan bertahan hidup, yaitu Levant:<br class=\"html-br\" \/>Wilayah Syam yang saat ini meliputi empat negara, yakni Lebanon, Palestina, Suriah, dan Yordania, serta beberapa wilayah yang dibentuk dari wilayah-wilayah tersebut, seperti: wilayah Suriah utara milik Turki, Gurun Sinai di Mesir, wilayah Al-Jawf dan wilayah Tabuk milik Arab Saudi, serta kota Mosul milik Irak, semuanya luasnya tidak lebih dari sekitar 500 ribu kilometer persegi, dan jumlah penduduknya pun tidak lebih dari seratus juta jiwa.<br class=\"html-br\" \/>Wilayah yang sama dan sumber daya alam yang sama ini akan menampung generasi terakhir umat manusia sebelum Hari Kiamat. Inilah satu-satunya tempat yang cocok untuk swasembada sumber daya alam, artinya tidak perlu lagi apa yang sekarang disebut impor dari luar negeri. Orang-orang yang akan tinggal di Levant pada akhir zaman akan sepenuhnya bergantung pada sumber daya alam, termasuk air, pertanian, pertambangan, dan berbagai sumber daya yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/><\/span><\/h1><h4><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Pertanyaannya sekarang: Bisakah Levant menampung tujuh miliar orang tanpa membutuhkan dunia luar?<\/span><\/h4><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Tentu saja, jawabannya tidak. Angka yang kita tetapkan untuk populasi Levant saat ini, yaitu sekitar 100 juta jiwa, mengimpor sebagian sumber daya mereka dari berbagai belahan dunia. Namun, kita akan melangkah sedikit lebih jauh dari angka ini dan mengatakan secara acak bahwa Levant dapat menampung 500 juta jiwa di wilayah seluas sekitar 500 kilometer persegi. Ini berarti kepadatan penduduknya akan mencapai sekitar 100 jiwa per kilometer persegi. Ini melebihi kepadatan penduduk negara berpenduduk padat dengan sumber daya yang terbatas, seperti Bangladesh, misalnya.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Ini adalah perkiraan jumlah penduduk dunia yang tersisa setelah terjadinya lima bencana alam besar dan bencana alam sedang dan kecil yang jumlahnya tidak diketahui. Jika hitungan mundur menuju tanda-tanda Kiamat dimulai sekarang, dan populasi dunia kini mencapai sekitar tujuh setengah miliar jiwa, maka populasinya akan mencapai, setidaknya setelah tiga abad, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sekitar lima ratus juta jiwa, menurut perkiraan paling ilmiah, dan Allah Maha Mengetahui.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/><\/span><\/h1><h5><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Pertanyaannya sekarang: Di mana tujuh miliar orang yang tersisa?<\/span><\/h5><h2><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Jawabannya: Mereka termasuk orang-orang yang meninggal dan sekarat akibat bencana alam yang terjadi berturut-turut dalam kurun waktu tidak kurang dari sekitar tiga abad..!<\/span><\/h2><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\"><br class=\"html-br\" \/>Pembaca yang budiman, apakah Anda memahami angka yang saya sebutkan? Jumlahnya sekitar tujuh miliar orang, artinya angka ini melebihi populasi India sekitar tujuh kali lipat. Semua ini akan terhitung di antara mereka yang mati dan sekarat dalam tiga abad atau lebih, dan tidak akan ada lebih dari 500 juta orang yang masih hidup di planet Bumi, karena mereka akan berada di wilayah yang tidak melebihi 500 ribu kilometer persegi di Syam. Angka ini dilebih-lebihkan, karena Syam, dengan sumber daya, air, dan pertaniannya, tidak akan mampu menampung setengah miliar orang. Namun, saya menetapkan angka ini, yang merupakan angka maksimum yang dapat dibayangkan oleh pikiran manusia, sehingga saya akhirnya dapat menyimpulkan bahwa ada tujuh miliar orang yang akan terhitung di antara mereka yang mati, hilang, dan sekarat dalam setidaknya tiga abad. Ini jika kita sekarang berada di tahun 2020 dan selama masa kesusahan besar di mana Imam Mahdi akan muncul. Akibatnya, di akhir masa kesusahan itu, gunung berapi yang sangat besar akan meletus, menimbulkan asap. Jika waktu hitung mundur menuju tanda-tanda Kiamat berbeda dan peristiwa-peristiwa tersebut dimulai pada tahun 2050, misalnya, jumlah yang sama yang telah kami sebutkan sebagai yang masih hidup di Syam akan tetap sama, yaitu sekitar setengah miliar orang paling banyak. Namun, jumlah mereka yang terbunuh dan meninggal selama periode tanda-tanda Kiamat kemudian akan berbeda, menjadi sekitar sembilan miliar orang. Akan tetapi, jika hitung mundur menuju tanda-tanda Kiamat dimulai pada tahun 2100, jumlah mereka yang terbunuh dan meninggal akan mencapai sekitar sebelas miliar orang. Dengan demikian, pembaca yang budiman, Anda dapat memperkirakan jumlah mereka yang terbunuh dan meninggal kapan saja bencana besar pertama dimulai, yaitu asap yang tampak, hingga bencana besar terakhir ini, yaitu letusan gunung berapi Aden.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Pembaca yang budiman, mari kita hitung jumlah kematian manusia kira-kira setelah masing-masing dari lima bencana alam (gunung berapi super pertama, runtuhnya Gunung Berapi Timur, runtuhnya Gunung Berapi Barat, runtuhnya Gunung Berapi Jazirah Arab, dan Gunung Berapi Aden). Anda akan menemukan angka kematian yang sangat besar dan sulit dibayangkan. Tidak ada film fiksi ilmiah Amerika yang menggambarkan bencana serupa dengan bencana alam yang kami sebutkan dalam buku ini, kecuali satu film Amerika yang menggambarkan bencana-bencana ini secara kira-kira, yaitu film (2012), yang diproduksi pada tahun 2009.<br class=\"html-br\" \/>Jumlah korban tewas yang kami sebutkan, yang akan mencapai miliaran orang, membawa kita pada hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari hadits Auf bin Malik, semoga Allah meridhoinya, yang berkata: Aku datang kepada Nabi, saw, selama Perang Tabuk saat dia berada di tenda kulit, dan dia berkata: &quot;Hitunglah enam hal sebelum Hari Kiamat: kematianku, kemudian penaklukan Yerusalem, kemudian kematian yang akan mengambil alih kalian seperti domba yang dirontokkan, kemudian kekayaan yang melimpah sampai seseorang diberi seratus dinar dan dia tetap tidak puas, kemudian...&quot; Suatu bencana akan terjadi yang tidak akan meninggalkan rumah tangga Arab mana pun tanpa memasukinya. Kemudian akan ada gencatan senjata antara kamu dan Bani al-Asfar, tetapi mereka akan mengkhianati kamu dan datang kepadamu di bawah delapan puluh panji, di bawah setiap panji dua belas ribu. Para ulama menafsirkan \u201ckematian akan menjemput kalian bagaikan gugurnya bulu domba\u201d yang berarti kematian yang meluas, yaitu wabah yang terjadi pada masa Umar bin Khattab radhiyallahu \u2018anhu setelah penaklukan Yerusalem (16 H). Wabah ini menyebar pada tahun 18 H di negeri Syam dan banyak manusia yang meninggal dunia, mencapai dua puluh lima ribu orang dari kaum Muslimin. Wabah ini juga menewaskan beberapa kelompok para pemimpin sahabat, di antaranya Muadz bin Jabal, Abu Ubaidah, Shurahbil bin Hasanah, Al-Fadl bin Al-Abbas bin Abdul Muthalib, dan lainnya, semoga Allah meridhoi mereka semua.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Akan tetapi, setelah menghitung secara kasar jumlah mereka yang terbunuh, hilang, dan meninggal dunia pada masa tanda-tanda Kiamat, aku katakan kepadamu bahwa penafsiran hadis ini berlaku untuk apa yang akan terjadi kemudian dan belum terjadi. Dua puluh lima ribu orang yang meninggal dalam wabah itu adalah jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan sekitar tujuh miliar orang yang akan meninggal dunia pada masa tanda-tanda Kiamat. Demikian pula, uraian Nabi tentang penyakit yang akan menyebabkan kematian ini, yaitu &quot;seperti bersin-bersin domba,&quot; adalah penyakit yang menyerang hewan, menyebabkan sesuatu mengalir dari hidung mereka dan menyebabkan mereka mati mendadak. Perumpamaan ini serupa dengan gejala-gejala yang akan ditimbulkan oleh asap yang tampak dari letusan gunung berapi yang dahsyat, dan Allah Maha Mengetahui.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/><\/span><\/h1><h2><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">Bukankah Allah, Yang Mahakuasa, layak mengutus seorang Rasul kepada penduduk Bumi, yang jumlahnya kurang lebih tujuh setengah miliar, untuk memperingatkan mereka akan azab-Nya sebelum azab itu menimpa mereka, sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Isra: &quot;Barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya ia sesat untuk dirinya sendiri. Dan tidaklah seorang yang berdosa memikul dosa orang lain, dan Kami sekali-kali tidak menyiksa mereka sebelum Kami mengutus seorang rasul.&quot;?<\/span><\/h2><h5><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">(Akhir kutipan dari bagian Bab Sembilan Belas Surat-Surat yang Ditunggu)<\/span><\/h5><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\">\u00a0<\/span><\/h1><\/div><\/div><\/div><\/div>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>28 \u062f\u064a\u0633\u0645\u0628\u0631 2019 \u00a0 \u0627\u0644\u062a\u0639\u062f\u0627\u062f\u064f \u0627\u0644\u062a\u0642\u0631\u064a\u0628\u064a\u0651\u064f \u0644\u0644\u0642\u062a\u0644\u0649 \u0648\u0627\u0644\u0645\u0648\u062a\u0649 \u062e\u0644\u0627\u0644\u064e \u0632\u0645\u0646\u0650 \u0623\u0634\u0631\u0627\u0637 \u0627\u0644\u0633\u0627\u0639\u0629 \u064a\u0631\u0649 (\u0645\u0627\u064a\u0643 \u0631\u0627\u0645\u0628\u064a\u0646\u0648) \u0639\u0627\u0644\u0645\u064f \u0627\u0644\u062c\u064a\u0648\u0644\u0648\u062c\u064a\u0627 \u0641\u064a \u062c\u0627\u0645\u0639\u0629\u0650 \u0646\u064a\u0648\u064a\u0648\u0631\u0643 \u0648(\u0633\u062a\u0627\u0646\u0644\u064a \u0623\u0645\u0628\u0631\u0648\u0632) \u0639\u0627\u0644\u0645 \u0627\u0644\u0623\u0646\u062b\u0631\u0648\u0628\u0648\u0644\u0648\u062c\u064a\u0627 \u0641\u064a \u062c\u0627\u0645\u0639\u0629 \u0625\u0644\u064a\u0646\u0648\u064a\u060c \u0623\u0646\u0651\u064e \u0622\u062e\u0631\u064e \u0639\u0646\u0642\u0650 \u0632\u062c\u0627\u062c\u0629\u064d \u0633\u0643\u0627\u0646\u064a\u0629\u064d \u0645\u0631\u0651\u064e \u0628\u0647\u0627 \u0627\u0644\u062c\u0646\u0633\u064f \u0627\u0644\u0628\u0634\u0631\u064a\u0651\u064f \u0643\u0627\u0646 \u0646\u062a\u064a\u062c\u0629\u064e \u0627\u0646\u0641\u062c\u0627\u0631\u064d \u0628\u0631\u0643\u0627\u0646 \u062a\u0648\u0628\u0627 \u0627\u0644\u0647\u0627\u0626\u0644. \u0648\u064a\u0639\u062a\u0642\u062f\u0627\u0646 \u0623\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0638\u0631\u0648\u0641\u064e \u0627\u0644\u062a\u064a \u0623\u0639\u0642\u0628\u062a \u0630\u0644\u0643 \u0627\u0644\u0627\u0646\u0641\u062c\u0627\u0631\u064e \u0643\u0627\u0646\u062a \u062a\u0636\u0627\u0647\u064a \u0645\u0627 \u064a\u0639\u0642\u0628 \u062d\u0631\u0628\u064b\u0627 \u0646\u0648\u0648\u064a\u0629\u064b [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":22080,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","inline_featured_image":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[113],"tags":[],"class_list":{"0":"post-22079","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-113"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22079"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22079\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}