{"id":21943,"date":"2025-03-27T12:05:10","date_gmt":"2025-03-27T12:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/tamerbadr.com\/?p=21943"},"modified":"2025-04-20T09:17:43","modified_gmt":"2025-04-20T09:17:43","slug":"fdgds","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/archives\/21943","title":{"rendered":"Penaklukan Italia"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"21943\" class=\"elementor elementor-21943\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-36482d1 e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"36482d1\" data-element_type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-187d66d1 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"187d66d1\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"x1cy8zhl x2bj2ny x78zum5 x1q0g3np\"><div class=\"x1iyjqo2\"><div class=\"x78zum5 xdt5ytf xz62fqu x16ldp7u\"><div class=\"xu06os2 x1ok221b\"><h1 class=\"html-div xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1q0g3np\"><span class=\"html-span xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1hl2dhg x16tdsg8 x1vvkbs\"><span class=\"html-span xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1hl2dhg x16tdsg8 x1vvkbs x4k7w5x x1h91t0o x1h9r5lt x1jfb8zj xv2umb2 x1beo9mf xaigb6o x12ejxvf x3igimt xarpa2k xedcshv x1lytzrv x1t2pt76 x7ja8zs x1qrby5j\">27 Februari 2019<\/span><\/span><\/h1><\/div><\/div><\/div><div><div class=\"x1i10hfl x1qjc9v5 xjqpnuy xa49m3k xqeqjp1 x2hbi6w x9f619 x1ypdohk xdl72j9 x2lah0s xe8uvvx x2lwn1j xeuugli x16tdsg8 x1hl2dhg xggy1nq x1ja2u2z x1t137rt x1o1ewxj x3x9cwd x1e5q0jg x13rtm0m x1q0g3np x87ps6o x1lku1pv x1a2a7pz xjyslct xjbqb8w x13fuv20 xu3j5b3 x1q0q8m5 x26u7qi x972fbf xcfux6l x1qhh985 xm0m39n x3nfvp2 xdj266r x11i5rnm xat24cr x1mh8g0r xexx8yu x4uap5 x18d9i69 xkhd6sd x1n2onr6 x3ajldb x194ut8o x1vzenxt xd7ygy7 xt298gk x1xhcax0 x1s928wv x10pfhc2 x1j6awrg x1v53gu8 x1tfg27r xitxdhh\" tabindex=\"0\" role=\"button\" aria-expanded=\"false\" aria-haspopup=\"menu\" aria-label=\"Tindakan yang harus dilakukan untuk postingan ini\"><div class=\"x1ey2m1c xds687c x17qophe xg01cxk x47corl x10l6tqk x13vifvy x1ebt8du x19991ni x1dhq9h xzolkzo x12go9s9 x1rnf11y xprq8jg\" role=\"none\" data-visualcompletion=\"ignore\">\u00a0<\/div><\/div><\/div><\/div><h1 class=\"xyinxu5 x4uap5 x1g2khh7 xkhd6sd\"><span class=\"x193iq5w xeuugli x13faqbe x1vvkbs x1xmvt09 x1lliihq x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x xudqn12 x3x7a5m x6prxxf xvq8zen xo1l8bm xzsf02u\" dir=\"auto\"><strong>Penaklukan Italia<\/strong><br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Umat Muslim telah menginvasi kota Caesar dua kali, dan sayangnya, hanya ada sedikit informasi dalam sumber-sumber Islam tentang invasi ini dan invasi serupa lainnya. Hal ini disebabkan sebagian besar invasi ini dilakukan oleh mujahidin sukarelawan, terlepas dari otoritas Khilafah. Hal ini membuat para sejarawan Muslim tidak menyadari sebagian besar aksi heroik dan penaklukan ini. Sebagian besar informasi tentang invasi ini berasal dari sumber-sumber Eropa.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Inti dari kisah epik agung ini adalah bahwa para mujahidin sukarelawan memutuskan, setelah berunding, untuk menyerang kota Roma. Mereka menyampaikan gagasan tersebut kepada pemerintah Sisilia dan gubernurnya, Al-Fadl bin Ja&#039;far Al-Hamadhani. Ia kemudian merujuk masalah tersebut kepada pangeran Aghlabid saat itu, Abu al-Abbas Muhammad bin al-Aghlab. Ia menyukai gagasan tersebut dan menyediakan sejumlah besar peralatan, perbekalan, dan pasukan bagi para mujahidin. Kampanye laut tersebut dimulai pada tahun 231 H\/846 M menuju pesisir Italia hingga mencapai muara Sungai Tevere, tempat Roma berada di ujung sungai tersebut. Pada saat itu, tembok kota Roma tidak mencakup seluruh kota tua. Sebaliknya, distrik keagamaan, yang berisi gereja-gereja terkenal Petrus dan Paulus, serta sejumlah besar kuil, tempat suci, dan makam kuno, berada di luar tembok. Distrik tersebut dibiarkan tanpa penjagaan, karena umat Kristen menganggapnya sebagai wilayah suci yang dilindungi oleh surga. Mujahidin menyerang distrik itu dan merampas semua hartanya, yang tak terlukiskan. Kemudian mereka mengepung kota Caesar, dan kota itu berada di ambang kejatuhan. Paus Sergius ketakutan. Paus Roma saat itu diperingatkan akan serangan menyeluruh, dan ia mengirimkan panggilan darurat kepada raja-raja dan pangeran-pangeran Eropa. Kaisar Frank saat itu, Louis II, mengambil inisiatif dan mengirimkan pasukan besar untuk menyelamatkan Roma dan gereja-gerejanya. Karena perselisihan yang muncul di antara para pemimpin kampanye Muslim itu sendiri, kaum Muslim menghentikan pengepungan dan kembali ke Sisilia dengan membawa rampasan dan tawanan.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Upaya berani Mujahidin Muslim ini menunjukkan kelemahan dan kerapuhan pertahanan kota Roma, yang pernah menjadi ibu kota dunia kuno dan pusat Kekristenan global. Umat Muslim memutuskan untuk mencoba lagi hingga kesempatan itu tiba. Hal ini terjadi pada tahun 256 H\/870 M, dengan dukungan kuat dari pangeran Aghlabid saat itu, Muhammad bin Ahmad bin al-Aghlab. Pangeran ini telah berhasil menaklukkan Pulau Malta setahun sebelumnya, pada tahun 255 H\/869 M. Ambisinya pun memuncak untuk meraih kejayaan menaklukkan Roma. Armada Mujahidin pun bertemu dengan armada Aghlabid, dan mereka melanjutkan perjalanan melalui rute yang sama seperti kampanye sebelumnya hingga mencapai muara Sungai Tevere. Paus Roma saat itu, Leo IV, setelah belajar dari invasi sebelumnya, bergegas dan meminta armada Genoa dan Napoli untuk menangkis kampanye angkatan laut Muslim melawan Roma. Pertempuran laut besar pecah antara kedua belah pihak di dekat perairan pelabuhan Ostia, di mana pasukan Muslim hampir menghancurkan armada Kristen. Seandainya badai laut dahsyat yang menghantam Ostia tidak terjadi, pertempuran itu pasti sudah berakhir.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Badai dahsyat ini tidak menyurutkan langkah umat Muslim. Meskipun mengalami kerugian besar akibat badai, mereka tetap bersikeras melanjutkan invasi dan mengepung kota dengan kekuatan penuh hingga hampir jatuh. Hal ini mendorong Paus Yohanes VIII, penerus Paus Leo IV, yang wafat karena duka cita mendalam atas bencana yang menimpa umat Kristen, untuk tunduk pada persyaratan umat Muslim dan membayar upeti tahunan sebesar dua puluh lima ribu mitsqal perak. Hal ini berdampak besar pada negara-negara Kristen pada umumnya dan Eropa pada khususnya, karena bagaimana mungkin Paus dapat memberikan upeti kepada umat Muslim? Namun, inilah kebenaran sejarah yang telah terbukti, yang tak terbantahkan. Hal ini telah disaksikan dan dicatat oleh musuh dalam buku-buku mereka, meskipun hal itu memalukan dan menyedihkan mereka. Hal ini juga merupakan salah satu contoh kebanggaan, martabat, dan kepahlawanan di masa lalu, yang kini perlu dipelajari dan dimanfaatkan oleh umat Muslim.<br class=\"html-br\" \/><br class=\"html-br\" \/>Mengapa Kami Hebat<br class=\"html-br\" \/>Buku (Negara-negara yang Tak Terlupakan) oleh Tamer Badr\u00a0<\/span><\/h1>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>27 \u0641\u0628\u0631\u0627\u064a\u0631 2019 \u00a0 \u0641\u062a\u0648\u062d \u0625\u064a\u0637\u0627\u0644\u064a\u0627 \u063a\u0632\u0627 \u0627\u0644\u0645\u0633\u0644\u0645\u0648\u0646 \u0645\u062f\u064a\u0646\u0629 \u0627\u0644\u0642\u064a\u0627\u0635\u0631\u0629 \u0645\u0631\u062a\u064a\u0646\u060c \u0648\u0644\u0644\u0623\u0633\u0641 \u0627\u0644\u0634\u062f\u064a\u062f \u0644\u0627 \u064a\u0648\u062c\u062f \u0641\u064a \u0627\u0644\u0645\u0631\u0627\u062c\u0639 \u0627\u0644\u0625\u0633\u0644\u0627\u0645\u064a\u0629 \u0623\u062e\u0628\u0627\u0631 \u0639\u0646 \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0644\u063a\u0632\u0648\u0627\u062a \u0648\u0645\u062b\u0644\u0647\u0627 \u0625\u0644\u0627 \u0627\u0644\u0634\u064a\u0621 \u0627\u0644\u0642\u0644\u064a\u0644\u061b \u0630\u0644\u0643 \u0644\u0623\u0646 \u0645\u0639\u0638\u0645 \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0644\u063a\u0632\u0648\u0627\u062a \u0643\u0627\u0646\u062a \u0628\u0648\u0627\u0633\u0637\u0629 \u0627\u0644\u0645\u062c\u0627\u0647\u062f\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u062a\u0637\u0648\u0639\u064a\u0646 \u0628\u0639\u064a\u062f\u0627\u064b \u0639\u0646 \u0633\u0644\u0637\u0629 \u0627\u0644\u062e\u0644\u0627\u0641\u0629\u060c \u0645\u0645\u0627 \u062c\u0639\u0644 \u0627\u0644\u0645\u0624\u0631\u062e\u064a\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0633\u0644\u0645\u064a\u0646 \u0644\u0627 \u064a\u0639\u0631\u0641\u0648\u0646 \u0645\u0639\u0638\u0645 \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0644\u0628\u0637\u0648\u0644\u0627\u062a \u0648\u0627\u0644\u0641\u062a\u0648\u062d\u0627\u062a\u060c \u0648\u0645\u0639\u0638\u0645 \u0627\u0644\u0645\u0639\u0644\u0648\u0645\u0627\u062a \u0639\u0646 \u0647\u0630\u0647 \u0627\u0644\u063a\u0632\u0648\u0627\u062a \u0645\u0633\u062a\u0642\u0649 [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":21944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","inline_featured_image":false,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[115],"tags":[],"class_list":{"0":"post-21943","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-115"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21943"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21943\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tamerbadr.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}